Jasa Isi Aplikasi iPad/iPhone

Bagi anda yang mau mengisi aplikasi game atau aplikasi lainnya seperti office / productivity ataupun tools lain untuk iPad / iPhone / iPod Touch

Blackberry Z3

Smartphone BlackBerry® Z3, Jakarta Edition hadir dengan BlackBerry®10 dalam layar 5”

shadut dot com

Welcome to shadut.com. Selamat datang di website shadut.com. Mulai tanggal 3 januari 2010, link blog ini yang biasa diakses di http://shadut.blogspot.com, beralih dan dapat diakses dengan menggunakan alamat www.shadut.com.

Kasenian Sunda Sisingaan

Kasenian Sunda Sisingaan dari Subang Propinsi Jawa Barat - Indonesia khususnya di tempat saya di Kecamatan Kalijati umumnya digelar pada acaran hajatan sunatan anak-anak.

Blackberry Curve 8520

Pengguna Blackberry di Indonesia kini bisa merasakan Handheld keluaran terbaru dari Research In Motion ( RIM ) setelah beberapa saat tertahan akhirnya resmi dirilis di Indonesia.

28 April 2009

Blackberry Saya Kenapa…?

Blackberry saya kenapa ya…? kenapa ga bisa diaktifkan Internetnya..? Sering kali saya mendengar keluhan customer seperti itu di tempat kerja saya. Saya baru beli kemarin di Toko A, keluh customer melanjutkan ceritanya. Inilah potret sebagian masyarakat menanggapi semakin trendnya Blackberry di Indonesia. Niat hati ingin mengikuti Trend, tapi apa daya rasa kecewa yang didapat. Kenapa hal ini bisa terjadi…? Hal ini terjadi karena pengetahuan kita yang tidak cukup mengenai Blackberry. Saya yakin, banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai Blackberry. Demikian halnya pula dengan saya ketika pertama kali mengenal Blackberry. Saya kira membeli Blackberry sama dengan membeli handphone biasa. Pasang kartu dan bisa langsung digunakan semua fungsi-fungsinya, tetapi ada hal-hal yang harus kita perhatikan sebelum membeli.

Customer yang terjebak karena ternyata membeli Blackberry yang salah rata-rata diiming-imingi harga yang murah, karena memang rata-rata harga sebuah Blackberry harganya mahal. Dan tentu saja harga yang mahal ini biasanya tidak populer bagi masyarakat Indonesia dan cenderung mencari yang lebih murah. Ini dimanfaatkan oleh sebagain oknum untuk mencari keuntungan yang besar. Sebagaimana diketahui biasanya barang-barang yang murah ini adalah barang Black Market ( BM ). Untuk Handphone BM oke lah masih bisa dipakai penggunaannya, tetapi untuk Blackberry BM harus dipertanyakan dahulu apakah nomor PIN Blackberry tersebut terdaftar atau tidak di RIM. Karena jika tidak, maka Blackberry tersebut tidak bisa diaktifkan layanan Internetnya. Hal inilah yang tidak diketahui oleh kebanyakan pembeli. Atau jangan-jangan penjual pun tidak tahu statusnya..? yang penting bisa masuk ke Indonesia dan terjual ke konsumen dengan harga lebih murah dari harga resminya.

Maka dari itu, jika anda ingin membeli Blackberry saya sarankan untuk membeli barang Resmi dan bukan barang BM. Sangat beresiko membeli Blackberry BM. Selain tidak jelas garansinya, status nomor PINnya pun dipertanyakan. Banyak Customer yang membeli Blackberry BM komplain ke toko tempat dia membeli karena tidak bisa mengaktifkan layanan Internet Blackberry-nya. Malah ada juga toko yang menolak komplain tersebut dengan alasan, saya kan garansinya hardware, kalau masalah PIN itu sudah masuk software dan tidak ada garansinya. Kalau misalnya mati total, bolehlah saya kasih garansinya.Nah lo…, kalau sudah begini konsumen juga yang dirugikan… Memang sih pada dasarnya handset tersebut hardwarenya sudah mendukung untuk Blackberry, tetapi software yang digunakannya tidak jelas baik IMEI maupun PIN. Ada sedikit saran jika tetep anda ingin membeli barang BM, minta si penjual untuk mengaktifkan layanan Blackberry-nya hari itu juga, jika berhasil maka anda boleh membelinya. Tapi tetap saja saya tidak recommended untuk membeli barang BM.

24 April 2009

Blackberry Part 2

Apa beda Blackberry dengan Handphone biasa atau dengan PDA..? Atau bahkan apa bedanya Blackberry dan Iphone…? Bagusan mana antara Blackberry dan iPhone…? Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain yang terlontar di masyarakat Indonesia. Tentu saja perbedaaan yang cukup mendasar adalah pada fungsionalitas dan gadget tersebut. Sehingga jika ditanya bagus mana antara Blackberry, PDA, HP, atau iPhone…? Jawabnya adalah tergantung kebutuhan si pengguna. Karena tiap-tiap gadget memiliki keungulannya sendiri-sendiri. Tinggal kita sendiri yang menentukan. Fungsi apa yang sering kita perlukan dan itu akan membantu anda untuk memilih gadget mana yang akan kita pakai.

Jika sehari-hari anda disibukkan dengan berbagai email dan anda tidak bisa bisa apa-apa jika tidak ada email, maka sebaiknya anda memilih Blackberry sebagai gadget anda. Karena Blackberry sangat unggul dalam hal ini. PDA atau iPhone pun sebenarnya bisa menghadirkan fasilitas email ini. Tetapi di PDA dan iPhone anda harus melakukan Send and Receive dulu seperti halnya pada Microsoft Outlook jika ingin mengetahui ada tidaknya Email baru. Tetapi di Blackberry anda tidak perlu melakukan hal itu. Jika ada email baru yang masuk, maka email tersebut akan langsung dikirim ke handset Blackberry anda. Dan ketika anda menerima email tersebut di handset Blackberry anda, anda akan mendengar bunyi seperti halnya bunyi ketika anda menerima sms. Dari situlah kita mengetahui bahwa ada email baru masuk.

Jika fungsi Office Mobile lebih anda kedepankan, maka anda bisa memilih PDA sebagai gadget anda. Gadget ini cukup membantu bilamana anda tidak bisa menggunakan laptop dalam mengelola Office Mobile. Lain halnya dengan iPhone. Jika anda senang dengan Entertainment atau Multimedia anda boleh mencoba gadget yang satu ini. Untuk urusan browsing dan main games, gadget ini boleh anda pilih. Browsing menggunakan iPhone sangat terasa nyaman sekali. Begitu pula dengan gamesnya. Banyak game yang bisa dipilih. Terakhir, jika anda hanya menggunakan sms dan telepon saja, tentu Handphone biasa saja yang harus pilih :D

21 April 2009

Blackberry

Blackberry…!!! Siapa yang tak tahu dengan Blackberry. Di Indonesia kini tengah keranjingan apa itu yang dinamakan dengan Blackberry. Sudah banyak sekali orang beramai-ramai mengganti ponselnya dengan Blackberry. Apa itu memang karena sesuai dengan kebutuhannya atau hanya sekedar mengikuti Trend saja. Untuk dapat memiliki dan memfungsikan Blackberry ternyata agak berbeda. Dalam artian membeli Blackberry dan memfungsikan Blackberry tidaklah seperti handphone biasanya karena fungsi utama handset Blackberry adalah layanan internet / email disamping fungsi telepon. Ada beberapa hal yang perlu perhatikan sebelum anda membeli handset Blackberry.

Banyak orang yang terjebak ( kalau tidak boleh dibilang tertipu ) setelah membeli handset Blackberry dan harus menelan rasa kecewa. Hal ini disebabkan pengetahuan yang kurang dari kita sendiri. Ada yang berbeda antara Blackberry dan Handphone biasa. Bila kita membeli handphone mungkin anda bisa langsung menggunakannya setelah kita tancapkan kartu SIM. Tetapi di Blackberry, fungsi utama dari Blackberry seperti yang sudah saya sebutkan diatas adalah layanan internet / email disamping fungsi telepon. Kebanyakan orang yang merasa tertipu setelah membeli handset Blackberry adalah handset Blackberry-nya tidak bisa diaktifkan Layanan Internet Blackberry-nya sehingga tidak bisa dipakai untuk email, chating dan browsing. Jadi handset Blackberry tersebut hanya bisa difungsikan buat telepon dan sms saja.

Kenapa handset Blackberry tersebut tidak bisa difungsikan layanan Internet Blackberry-nya…?? Didalam handset Blackberry terdapat dua Identitas. Yang pertama adalah Nomor IMEI. Yang satu ini adalah untuk memfungsikan fasilitas telepon. Yang kedua adalah Nomor PIN. Nomor PIN ini untuk memfungsikan Layanan Internet Blackberry-nya sehingga bisa digunakan untuk email, chating dan browsing. Nomor PIN ini harus terdaftar di Research In Motion / RIM ( perusahaan yang mengeluarkan Blackberry ) jika ingin mengaktifkan Layanan Internet Blackberry-nya. Kebanyakan handset Blackberry yang tidak bisa diaktifkan Layanan Internet Blackberry-nya adalah karena nomor PIN tersebut bajakan atau palsu dan tentu saja tidak terdaftar di RIM. Nomor PIN yang tidak bisa diaktifkan Layanan Internet Blackberry-nya ini disebut dengan SUSPEND atau dengan kata lain Blacklist. Oleh karena itu perlu kehati-hatian jika anda ingin membeli handset Blackberry. Anda perlu menanyakan kepada si penjual apakah handset Blackberry-nya bisa diaktifkan Layanan Internet Blackberry-nya atau jangan-jangan cuma bisa dipakai buat nelpon dan sms saja.

Untuk menghindari hal-hal tersebut anda bisa membeli handset Blackberry di dealer-dealer resmi yang ditunjuk operator selular yang sudah bekerjasama dengan RIM sebagai penyedia layanan Blackberry. Ada satu hal yang unik dari handset Blackberry ini. Jika anda kehilangan unit Blackberry anda, misalnya dicuri orang. Anda bisa memblock nomor PIN Blackberry anda tersebut sehingga nomor PIN tersebut menjadi Suspend. Hal ini bisa dilakukan dengan melaporkan ke operator dimana anda berlangganan layanan internetnya. Dengan demikian nomor PIN tersebut tidak bisa dipakai lagi Layanan Internet Blackberry-nya dan tentu saja handset Blackberry yang hilang tersebut nantinya hanya bisa dipakai buat nelpon dan sms saja. Maka dari itu anda harus sedikit curiga jika ada yang menawarkan handset Blackberry second kepada anda tapi Layanan Internet Blackberry-nya tidak bisa diaktifkan. Jangan-jangan handset Blackberry tersebut hasil curian.

05 April 2009

Nilai Seseorang

Bisakah anda menilai seseorang hanya dalam satu hari..?? Atau bahkan hanya dengan bertatap muka dan berbincang-bincang beberapa saat untuk menilai sifat, karakter, dan kemampuan seseorang..?? Mungkinkah..!!?? Ah..., menurut saya rasanya tidak mungkin. Setidaknya salah satu dari beberapa pengalaman saya menjadi contoh kalau untuk menilai seseorang tidak bisa dalam waktu singkat.

Hari itu, saya kedatangan seseorang dengan membawa satu buah PDA HTC Diamond sebut saja Mr. X. Beliau datang mengeluhkan PDAnya yang tidak bisa jalan GPSnya dan meminta saya untuk menservisnya dan melakukan pergantian part. Ketika itu software GPS yang terinstall di PDA adalah Garmin Mobile XT. Saya coba sarankan Mr. X untuk menggunakan software Mapking. Tetapi Mr. X menolaknya dan meminta langsung aja diganti hardwarenya (minta ditunggu lagi, ga mau ditinggal unitnya, alasannya saya orangnya mobile, jadi ga bisa lepas dari email). Lho.., emang kenapa..?? tanya saya. Mr. X pun mengatakan bahwa dia sudah mencobanya menggunakan Mapking dan membandingkannya dengan unit lain ( bukan touch diamond ) bersama salah seorang yang biasa dia datangi untuk konsultasi masalah PDA yang bernama Roni. Saya sendiri memang mengenal Roni yang memang jago mengenai software PDA. Tetapi, saya tetap mendesak untuk coba menggunakan mapking, karena gimana saya tau klo yang rusak itu software atau hardware tanpa mencoba dan melihatnya dulu. Akhirnya, dengan sedikit raut muka yang tidak enak dilihat, Mr. X mempersilahkan saya untuk menginstall dan mencoba menggunakan mapking. Saya pun kemudian menginstall PDA tersebut dengan membawa kesan dari Mr. X sebagai orang yang sok tahu, karena mungkin beliau berpikiran sudah berkonsultasi dangan Roni yang jago itu yang mengatakan tidak ada masalah dengan softwarenya dan hardwarenyalah yang bermasalah.

Bahkan, ketika Mr. X sudah menilai Roni sebagai yang sudah jago mengenai software PDA dan menjadi langganan Mr. X sebagai tempat konsultasi PDA, saya dihadapkan pada penilaian sebagai orang yang bodoh apabila ternyata setelah menggunakan Mapking juga tidak bisa. Siap-siap saja Mr. X berguman dalam hati " Saya bilang juga apa..." Saya sendiri memang mengakui sebagai orang yang bodoh karena tidak ditunjang pendidikan yang memadai. Walaupun orang bodoh tapi ternyata setelah saya mencoba GPS menggunakan mapking di HTC Diamond milik Mr. X bisa berfungsi dengan baik tuh, itu disaksikan oleh temen saya dan Mr. X sendiri. Mengetahui itu Mr. X sedikit terdiam dan agak bingung dan tidak percaya. Saya kemudian bertanya pada Mr. X, waktu itu versi berapa mapking yang diinstallnya? Dan Mr. X tidak bisa menjawabnya.

Malu...

Saya sangat merasa malu sekali atas apa yang telah saya lakukan. Karena sebelumnya saya sangat membangga-banggakan sekali kemampuan yang saya miliki walaupun tidak saya bangga-banggakan dihadapan orang lain. Saya merasa saya ini hebat.., saya merasa saya ini pintar... Tapi apa yang terjadi ketika saya memasuki dunia kerja yang baru. Saya tidak bisa berbuat banyak di awal kerja saya di tempat baru selain memperhatikan, belajar dan memahami.

Lalu apa inti dari semua ini untuk bisa dijadikan pelajaran. Hikmah yang bisa kita ambil adalah tentu saja kita tidak sepantasnya merasa hebat dan pintar. Ada pepatah yang mengatakan diatas langit ada langit. Jika anda merasa pintar tentu saja ada yang lebih pintar dari anda. Setidaknya itulah yang saya alami dan rasakan ketika saya pindah ke tempat baru. Ilmu pengetahuan tidaklah hanya sebatas pada lingkungan kita sendiri, tetapi diluar masih banyak pengetahuan yang bisa kita pelajari. Tidak ada batasan waktu untuk mencari ilmu.

Sungguh saya sangat beruntung bertemu teman-teman team saya ditempat kerja yang baru seperti Jeqi, Erwan, Duljak dan yang lainnya yang telah bersedia mendukung dan mengajari saya dengan hal-hal yang baru saya temui dan sama sekali belum saya pahami. Thanks guys..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More