13 February 2009

Termehek-mehek

Gak tau kenapa..!!?? Terkadang saya bingung, kenapa ya gak di kantor.., ga di rumah.., orang-orang banyak yang membicarakan dan menonton salah satu acara televisi yang dikasih title “Termehek-mehek”. Satu hal yang jelas, berarti acara ini menyedot perhatian semua pemirsa sehingga mereka tidak mau melewatkan acara yang satu ini. Tapi terkadang salah satu diantara mereka bertanya, Termehek-mehek ini ceritanya beneran gak sih..? Nah lho..? Saya sendiri tidak bisa membedakan apakah cerita asli atau hanya settingan..? Tapi…, menurut temen saya yang menjadi editor salah satu infotainment di salah satu televisi, dia pernah bertanya kepada temennya yang menjadi editor acara “Termehek-mehek” bahwasannya “Termehek-mehek” sekarang semuanya adalah settingan, kecuali episode 4 – 8 yang cerita beneran (Reality Show).

Masih bercerita tentang “Termehek-mehek”. Ternyata acara Termehek-mehek ini sampai juga ke kampung halaman saya Kalijati – Subang. Ya..iya lah, namanya juga acara televisi, pasti tersiar dari Sabang sampai Merauke. Tapi acara Termehek-mehek episode awal Februari 2009 ini di kampung halaman saya di tambah dengan cerita lainnya. Cerita lainnya yaitu menceritakan seorang tetangga saya yang biasa di panggil dengan Intan. Intan yang sangat gemar menonton “Termehek-mehek” harus “Termehek-mehek beneran” karena motornya raib di gondol maling. Motor Yamaha Mio milik Intan yang masih baru ini harus hilang dibawa maling selepas Magrib ketika dia menonton acara “Termehek-mehek” di televisi. Rumah Intan yang terletak kurang lebih 100 meter dari rumah saya memang persis menghadap ke jalan aspal, sama halnya seperti rumah saya. Tetapi walaupun cukup dekat, rumahnya Intan tidak bisa terlihat dari rumah saya karena adanya belokan. Menurut tetangga dekatnya, Intan memang suka menaro motornya di pinggir jalan atau halaman rumah tetapi tidak dimasukkan ke teras rumah. Maka ketika ada kesempatan, maling yang sudah lama mengincar motornya Intan ini dapat dengan mudah membawa kabur motor ini. Saya sendiri berada didalam rumah ketika suara gaduh didepan rumah yang menanyakan kepada adik saya yang kebetulan lagi nongkrong didepan rumah, “apakah adik saya melihat ada yang mendorong motor..?” disitulah kemudian saya tau kalau motornya Intan hilang. Di tempat saya, menurut orang rumah, memang masih cukup tinggi kejahatan yang satu ini. Dan ini menjadi pekerjaan rumah bagi aparat kepolisian tentunya. Walaupun begitu, kita tetap harus membantu aparat kepolisian dengan mendisiplinkan diri kita masing-masing. Misalnya saja dengan tidak menaro motor dengan sembarangan atau bisa juga membuat kunci ganda untuk keamanan.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More