Blog Archive

22 January 2008

Pesaingan dalam usaha merebut hati pengguna jasa telekomunikasi selular masih terus berlanjut. Setelah sebelumnya XL mengeluarkan program 1 rupiah per detik, dan kemudian diamini oleh Telkomsel dengan meluncurkan program 0,5 rupiah per detik, kini dijawab lagi oleh XL dengan program 0,1 rupiah per detiknya.

Wow..., sangat mengejutkan. Kedengaran seperti di jasa transportasi penerbangan saja, "Perang Tarif". Lantas akankah ada kejutan-kejutan lainnya dari para operator GSM ini. Misalnya saja tarifnya jadi 0,05 rupiah per detik. Hmmm....., kira-kira ngitungnya gimana ya? 0,1 saja sudah bingung ngitungnya apalagi yang 0,05 kali ya.

Tapi dari semua diatas ternyata untuk mendapatkan tarif murah tersebut tidak serta merta kita dapatkan. Tetapi ada syarat atau ketentuan yang berlaku. Misalkan saja, rata-rata operator memberlakukan tarif normal untuk 1 menit pertama. Selebihnya akan menggunakan tarif murah tersebut. Mungkin disini tiap operator hanya berburu 1 menit pertamanya saja mengingat untuk disetiap pembicaran masih jarang yang berdurasi lama seperti 1 jam misalnya.

21 January 2008

Anda lihat tidak bahasan tentang CD Bajakan di salah satu acara stasiun televisi swasta? Jika ya..., tentu anda, saya dan kita semua harusnya merasa prihatin ya mengenai hal ini. Malahan saya pernah mendengar bahwa Indonesia masuk dalam jajaran top dalam urusan bajak membajak ini. Kenapa ya, yang selalu saya dengar bahwa Indonesia masuk jajaran Topnya dalam hal negatifnya. Korupsi..., Bajak Membajak.., Narkoba..., apalagi ya ??

Umumnya yang dibajak adalah CD musik, film dan software. Dan tentu saja yang paling banyak adalah CD musik. Apakah anda sebagian dari pengguna CD bajakan...? Untungnya saya tidak. Wahhh hebat...., belinya CD Original dong...?? Gak juga... Orang saya tidak punya pemutar CDnya ko.., he..he..he.. Kenapa saya harus beli CDnya klo tidak ada pemutarnya. Untuk sekedar dengerin musik, biasanya saya selalu mendengarkan radio tetapi lebih seringnya saya selalu menonton televisi untuk mendapatkan informasi-informasi terkini dan mendapatkan hiburan tentunya.

Yang agak aneh dari bahasan tersebut adalah faktor yang membuat tidak tertariknya minat konsumen untuk membeli cd original adalah pajak. Pajak yang membuat harga cd jadi mahal. Benarkah....?? Bukannya pajak hanya 10% saja..? Kalau menurut saya sih yang membuat mahal bukanlah dari pajak, tapi dari lisensi dan materialnya itu sendiri. Untuk hitungan sederhana, misalkan saja lisensi dari lagu 10rb kemudian material dan atau produksi 10rb, tentu pajaknya hanya 2 ribu saja bukan? Nah.., tentunya lisensi dan material ini bisa diturunkan harganya supaya bisa terjangkau masyarakat. Misalkan bahan material yang dipakai menggunakan yang harganya 5 ribu karena kepingan CD yang abal-abal saja yang kualitasnya rendah berharga dalam kisaran 1000 rupiah, dan klo jumlahnya banyak tentunya harganya bisa turun lagi. Tapi dari semua itu, tidak akan ada artinya jika para pembajak ini masih tetap beroperasi karena bagaimana pun harga dari CD bajakan akan selalu lebih rendah dibandingkan dengan CD original.

17 January 2008

Saya tidak menyangka atas apresiasi yang diberikan oleh para penggunjung blog saya yang saya nilai cukup mengejutkan buat saya. Hal ini bisa diindikasikan dengan banyaknya yang bertanya kepada saya baik lewat email maupun melalui messenger. Seolah-olah saya ini seorang pakar saja :D, padahal sebetulnya pengetahuan yang saya miliki masihlah dangkal dan masih jauh bila dikatakan sebagai seorang yang ahli.

Celakanya, banyak sekali yang bertanya mengenai PDA. Dari itulah saya menyimpulkan bahwa saya itu ternyata " pengetahuannya masih dangkal ya...!!? Dan perlu banyak belajar dan belajar lagi...". Dari pertanyaan-pertanyan yang tidak bisa saya jawab, saya jadikan inspirasi untuk menggali ilmu yang lebih dalam. Dan belajar otodidak adalah pilihan saya, sedangkan jalannya adalah internet. Saya selalu mengandalkan Google untuk mencari tahu apa yang tidak atau belum saya ketahui ataupun sekedar mencari solusi.

12 January 2008

Tampilan layar depan di Pocket PC / Windows Mobile yang biasa disebut dengan Today atau kalau di Personal Komputer disebut Desktop, ternyata cukup penting untuk menambah keindahan tampilan PDA atau komputer itu sendiri. Dengan mengubah tampilan Today tersebut bisa membuat kita tidak merasa bosan untuk memandangi PDA kita.

Terkadang kita merasa bosan melihat tampilan depan PDA kita itu-itu saja. Dan tentu saja mungkin anda ingin mengganti tampilan tersebut. Cuma sayang, thema-thema standar PDA yang tersedia hanya beberapa saja. Untuk bisa mendapatkan thema-thema PPC / Windows Mobile cukup banyak tersedia di Internet. Anda bisa mengandalkan mesin pencari Google untuk bisa menemukannya. Biasanya thema untuk Pocket PC atau Windows Mobile berformat TSK ( *.TSK). Setelah menemukan file tersebut, anda cukup meng-copykan saja file tersebut ke My Document di PDA anda. Setelah itu pilihan thema di PDA anda akan bertambah.

Setelah ter-copy, untuk mengubah tampilan Todaynya ( Thema ) anda tinggal masuk menu Start - Settings - Today. Dan anda tinggal memilih salah satu thema yang anda inginkan lalu klik OK. Satu hal yang perlu diingat bahwa file berformat TSK ini bisa dipakai disemua PDA bersistemkan Pocket PC atau Windows Mobile mulai WM 2003, WM5 ataupun WM6.

11 January 2008

Akhirnya saya bisa juga merasakan dan mencoba salah satu fasilitas yang tersedia di unit O2 Flame yaitu fasilititas TV Out. Banyak yang menyebabkan tertahannya untuk mencoba yang satu ini, mulai dari unit yang tidak tersedia hingga kabel TV Outnya. Tapi yang lebih pasti adalah lebih dikarenakan tidak punya kabel TV Out untuk mencobanya.

Fasilitas TV Out yang tersedia di O2 Flame digunakan bilamana anda ingin menampilkan tampilan layar di PDA ke Televisi. Ini cukup berguna bagi anda yang ingin membuat presentasi langsung dari PDA. Untuk bisa menggunakan TV out ini ternyata sangatlah mudah. Tidak diperlukan pengaturan khusus untuk dapat menampilkan tampilan layar PDA ke Televisi. Anda tinggal menancapkan kabel TV Out yang sudah terhubung ke connector TV Out yang ada di PDA ke Video In di Televisi.

Sementara itu suara pun bisa didengarkan ditelevisi dengan menghubungkan kabel TV Out ke Audio In dari Televisi anda. Sedangkan untuk di PDAnya, kabel TV Out dicolokkan ke connector handsfree. Dengan itu semua maka anda tidak saja bisa melihat tampilan layar PDA di televisi tapi suaranya pun bisa didengarkan di Televisi.

09 January 2008

Sering kali ketika saya remaja orang tua saya mengatakan kata atau kalimat pada judul postingan ini dalam memberikan nasihat. " Ulah Kumaha Engke..., tapi Engke Kumaha..." Mungkin bagi anda yang bukan orang Sunda tidak akan mengerti apa yang dimaksud dalam perkataan diatas. Tapi kalau diartikan kedalam bahasa Indonesia adalah "Jangan Gimana Nanti, tapi Nanti Gimana..."

Kalimat tersebut sering terlontar dari mulut orang tua saya ketika memberi nasihat atau wejangan dalam menyikapi suatu masalah atau ketika hendak mengambil keputusan. Hal tersebut sebagai bagian dari didikan dan bimbingan orang tua kepada anaknya ketika tengah remaja dengan pola pikir yang dangkal dan pendek yang cenderung dalam mengambil keputusan tanpa pikir panjang "...Ahhh...gimana nanti aja..." Sebagai contoh, ketika masa sekolah, tidak kurang anak sekolah yang kurang serius dalam menghadapi ujian, masih ada saja yang bermalas-malasan dengan prinsip "Ah.., gimana nanti aja.." dan bukannya "Nanti gimana..". Benar adanya apa yang dikatakan orang tua saya " Jangan Gimana Nanti, tapi Nanti Gimana..". "Nanti Gimana.." kalau tidak lulus akan mendorong siswa tersebut untuk berusaha giat belajar dan hasilnya "Gimana Nanti..". Tapi jika siswa tersebut mendahulukan "Gimana Nanti.." kalau hasilnya tersebut ternyata tidak lulus, maka "Nanti Gimana.." tidak akan berguna lagi. Sementara jika dia berkeyakinan akan lulus, mana mungkin akan tercapai jika tidak ada usaha giat belajar yang sudah dipegang oleh prinsip "Nanti Gimana..". Jelaslah disini bahwa kita harus mendahulukan prinsip "Nanti Gimana.." dibandingkan dengan "Gimana Nanti.."

Istilah ini pun terngiang kembali manakala adik saya akan membeli makan. Adik saya baru saja memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan sekolahnya. Dalam bulan pertama tentu saja dalam menghidupi sehari-harinya masih diberi sama orang tua apalagi dalam kondisi merantau. Taktala perbekalan kian menipis dan gaji pun belum kunjung datang, maka adik saya melakukan mode penghematan untuk antisipasi perbekalan yang menipis supaya bisa sampai pada tanggal gajian. Dalam hal ini tentu saja adik saya sudah menerapkan prinsip "Nanti Gimana.." bukan "Gimana Nanti..". Nanti Gimana kalau perbekalan tidak cukup sampai tanggal gajian. Contoh lainnya di masyarakat misalnya adalah tentang Keluarga Berencana ( KB ). Masih banyak pasangan yang sudah menikah kurang merencanakan dengan matang dalam berkeluarga terutama masalah anak. Tidak kurang pasangan ini memiliki banyak anak dan tidak mendapatkan kehidupan yang layak. Ketika ditanya mengenai biaya hidup anak-anaknya sebelum anak-anak tersebut lahir, jawabannya "Gimana Nanti aja, Nanti juga ada rezekinya" Ya.., betul rezeki itu datangnya dari Allah, tapi apa tidak sebaiknya dipikirkan dulu dengan matang mau punya anak berapa..? Dan disesuaikan juga dengan kemampuan ekonomi orang tuanya, karena tentunya orang tuanya tersebut harus bertanggung jawab atas sandang, pangan, pendidikan anaknya dan lainnya juga. Tentu hal ini sejalan dengan prinsip "Nanti Gimana..." kan? Jadi.., anda mau pilih yang mana "Gimana Nanti.. " atau " Nanti Gimana.."

02 January 2008

Ternyata masih ada saja diantara anda yang menanyakan kepada saya tentang settingan MMS di PDA O2. Umumnya yang bertanya mengemukakan " Kenapa ko MMS saya tidak bisa padahal GPRS saya sudah aktif ". Dengan hadirnya fasilitas email ternyata tidak begitu saja meninggalkan fasilitas MMS.

Padahal saya seringkali mencoba menggunakan MMS dengan operator Telkomsel dan IM3 dan lancar-lancar saja, tidak ada settingan khusus untuk bisa menggunakan MMS ini. Seperti halnya 3G, untuk bisa menggunakan MMS di O2, anda hanya tinggal mengkofigurasi secara otomatis settingan GPRSnya dengan satu menu yang biasa disebut Auto Configurator atau juga O2 Auto Config. Sesuaikan dengan operator dari kartu yang sedang anda pakai. Setelah terkonfigurasi, secara otomatis settingan GPRS dan MMS dari kartu anda sudah terinstalasi dan PDA anda siap digunakan untuk internet dan MMS.

Tetapi adakalanya juga tidak bisa MMS padahal sudah di Auto Config seperti yang ditanyakan sebagian orang. Untuk itu coba anda masuk Start -> Settings -> Connections -> Connections -> Advanced -> Select Network. Pada kolom "Program that automatically connect to a private network should connect using:" (kolom yang bawah) pilih pada pilihan setting MMS operator anda. Kemudian OK dan anda tinggal mencoba MMSnya lagi. Semoga berhasil.

Copyright © Shadut.Com | Powered by Blogger
Design by Duan Zhiyan | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates