07 December 2007

1 Rupiah

Apa yang terlintas dalam pikiran anda ketika saya menyebutkan dua buah kata yaitu 1 Rupiah. Yaa..., tentu saja duuuitttt. 1 Rupiah ini belum lama berselang menghiasi berbagai media sebagai salah satu slogan iklan dari salah satu operator GSM yang ada di Indonesia. Dan kini, 1 Rupiah ini kembali hadir dengan versi yang berbeda.

Tidak disangka 1 Rupiah ini ternyata masih mempunyai nilai sehingga dijadikan sebagai slogan iklan oleh operator GSM. Secara sepintas tentu kita menilai 1 Rupiah ini tidak bernilai. Ahhhh..., buat apaan 1 rupiah. Jangankan 1 rupiah, 100 rupiah juga sekarang sudah kurang berharga. Paling-paling hanya laku buat beli satu buah permen. Para pengamen juga begitu, sekarang sudah malas menerima uang 100 rupiahan lagi. Pernah suatu ketika, teman saya menceritakan, memberi uang recehan kepada pengamen di angkutan umum uang recehan 100 rupiahan (tentunya semuanya tidak berjumlah 100 rupiah) tapi yang terjadi uang tersebut dilemparkan kembali ke temen saya sambil menggerutu. Sekali lagi, 100 Rupiah...!!?? Buat Apaann...!!!??? Kencing aja (maaf) sekarang harus merogoh kocek 500 rupiah dari saku anda, bahkan ditempat-tempat tertentu yang pernah saya alami bahkan harus bayar 1.000 rupiah. Gilaaaa...!!

Kembali kepada 1 Rupiah. Baru-baru ini 1 Rupiah yang biasa digunakan dan dijadikan slogan iklan oleh provider GSM XL kini digunakan pula oleh provider GSM lain yakni oleh 3 (baca : Three) dengan versi yang berbeda. XL yang menggunakan slogan 1 Rupiah sebagai tarif percakapan per detik, kini 1 Rupiah digunakan pula oleh 3 (Three) sebagai tarif percakapan per menit. Lagi-lagi perang tarif tengah gencar dilakukan para operator telephone seluler. Tentu saja kita diuntungkan dengan adanya ini. Karena sudah seharusnyalah tarif telephone seluler kita menjadi murah yang selama ini menurut beberapa penelitian tarif di negara kita masih diurutan termahal. Cuma sayang, perang tarif ini hanya sebagai media promosi saja, tidak dijadikan standar tetap tarif operator tersebut karena memiliki limit waktu tertentu. Jika periode promosi tersebut habis, maka tarif pun akan kembali ke tarif normal. Maka kita pun akan me ogoh kocek lebih dalam lagiii....!!!

2 komentar:

iya tuch, perang tarif dimana2 ...
jadi ga simpatik ngeliatnya.
Ada juga yang ngakunya 0 rupiah, tapi sebetulnya ... BO'ONGGGGG!!!
Tapi konsumen jaman sekarang juga harusny dah pada pinter ya. Bisa liat mana yang promosi-nya beneran, mana yg cuma silat kata2 doank, hehehehe...

Menurut saya memang semua operator sudah saatnya untuk menjadikan standar tetap untuk harga pulsa yang murah tersebut, bukan hanya sekedar promosi saja. karena jika terus begitu, maka akan terjadi konsumen yang gonta ganti kartu, dimana operator dengan harga pulsa yang murah akan dipakai oleh konsumen dan jika programnya berakhir bisa jadi konsumen tersebut akan mencampakkan kartu tersebut dan beralih ke operator yang lain.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More