07 November 2007

Cuti Bersama

Sangat menarik sekali menyimak perbincangan dalam satu acara talk show di salah satu stasiun televisi swasta tentang Cuti Bersama belum lama berselang. Sehingga rasanya, saya ingin ikut nimbrung dan ikut berkomentar didalamnya ( so intelek nih.., kayak yang pinter aja…:D)

Cuti Bersama identik sekali dengan Hari Raya terutama hari raya umat islam yaitu Hari Raya Idul Fitri. Liburan Hari Raya ini biasanya paling lama dibandingkan dengan hari raya lainnya. Mungkin hal ini disebabkan karena negara kita adalah merupakan salah satu negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Oleh karena Hari Raya Idul Fitri adalah bisa dibilang Hari Raya Bersilaturahmi, maka sudah sewajarnya masing-masing individu muslim ingin berkumpul bersama keluarga tercinta di Hari Raya. Dan yang menjadi masalah adalah ada jutaan orang yang merantau untuk mencari kehidupan mulai jarak dekat hingga yang jaraknya jauh. Sehingga jatah libur dua hari yang diberikan untuk libur hari raya tidaklah mencukupi terutama yang mudik dengan jarak tempuh yang jauh. Itulah mungkin salah satu alasan pemerintah memberikan jatah libur tambahan dan disebut sebagai cuti bersama.

Yang kemudian menjadi bahasan dalam acara talk show tersebut diatas adalah seberapa efektif dan efesienkah cuti bersama tersebut? Sayang saya kurang menyimak karena sedang membuat tulisan yang lain sambil mendengarkan musik menggunakan handsfree. Saya hanya melihat pertanyaan dilayar dan hasil polling yang menunjukan hasil tidak dan ya. Mungkin yang dapat saya tangkap adalah seberapa efektif dan efisienkah cuti bersama berbanding dengan dunia kerja suhubungan dengan banyak yang bolos pas hari pertama masuk kerja. Saya merasa seolah-olah pertanyaan ini hanya merupakan nada keberatan atas panjangnya masa liburan tersebut, karena dengannya banyak yang bolos ini tidak ada hubungannya dengen efesiensi dan efektifitas kerja, hal ini hanya masalah kedisiplinan individu saja. Menitik pada istilah "Time is Money", seolah-olah seluruh bangsa ini banyak kehilangan uang dengan panjangnya liburan ini. Tapi menurut saya ( yang pemikirannya sempit… ) tidak ada pengaruh yang banyak pada negara ini dengan panjangnya liburan tersebut ( ga tau klo dari pandangan para ekonom atau ahli lainnya ). Misalkan saja dihilangkan liburan ini pun, maka tidak akan membawa kemajuan yang fantastis buat negara ini dan hasilnya saya rasa akan sama. Negara kita memang bukan negara Islam walaupun sebagian besar berpenduduk muslim. Tetapi tidak bisa pula kita hanya mengejar-ngejar duniawi dengan menghilangkan nilai-nilai rohani. Selama ini kita mendapatkan berbagai kebahagiaan dengan adanya Hari Raya Idul Fitri ini yang tentunya kita tidak ingin melewatkannya.

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More