08 September 2007

Nasib Telpon Umum Koin

Tukul memang sangat lucu ketika membawakan acara Empat Mata di Trans7. Tentu saya dan anda pun akan tertawa jika Tukul sedang ber-aksi. Di salah satu episode Empat Mata yang salah satunya berlatar Telepon Umum Koin ( TUK ), tukul mengatakan keharusan kita merawat dan menjaga Telepon Umum ketika salah satu parthner maen Tukul melakukan tindakan yang kurang baik terhadap Telepon Umum.

Seiring berjalannya waktu, berubah pula berbagai aspek kehidupan, termasuk juga teknologi, yang harus mengikuti perkembangan zaman, tak terkecuali Teknologi Telepon. Bicara mengenai Telepon Umum Koin, TUK masih sangat populer sekali hingga tahun 1999 dimana saya pernah bekerja sebagai engineering telephone umum koin di salah satu Vendor PT. Telkom. Saking banyaknya unit TUK yang harus di service, Telkom memberikan unit - unit TUK yang rusak itu kepada beberapa mitranya untuk di perbaiki termasuk didalamnya perusahaan dimana tempat saya bekerja. Tapi kini, nasib TUK tampaknya hanya sebagai hiasan saja karena sudah sangat jarang sekali yang menggunakannya.

Banyak sekali faktor yang menjadikan Telepon Umum Koin tergusur. Yang pertama mungkin adalah kehadiran Telephone Seluler atau Handphone yang membuat pengguna merasa praktis dalam berkomunikasi, yang membuat Pager juga ikut-ikut tergusur dengan adanya teknologi SMS di handphone. Kedua, menjamurnya Warung Telekomunikasi atau Wartel, yang membuat konsumen tidak perlu susah payah mencari-cari koin untuk nelpon. Sebagaimana diketahui, Telepon Umum Koin di Indonesia sangat terbatas untuk melakukan panggilan yang hanya bisa buat nelpon lokal saja. Mungkin inilah yang menadi pertimbangan Telkom untuk mendorong tumbuhnya Wartel. Ketiga, sedikitnya keuntungan yang didapat dari TUK oleh Telkom, hal ini banyak disebabkan oleh karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap TUK sebagai fasilitas umum untuk bersama-sama menjaga dan merawatnya. Tak jarang kita melihat, TUK yang dicolok-colok pake lidi, digebrak-gebrak ataupun tindakan yang lainnya yang bisa merugikan pemasukan Telkom dari TUK.

1 komentar:

Satu penyakit bangsa ini. Fasilitas umum mudah dibangun tapi selalu sulit memelihara.

Kendalanya selalu di masalah maintenance. Memang merubah pola pikir itu sulit.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More